13 Januari 2018 | Suara Muria

Volume Air Sungai Menyusut Drastis

JEPARA- Debit air sungai di sejumlah wilayah di Kota Ukir terpantau aman. Sebelumnya, pada Kamis dini hari hingga pagi, debit air di sejumlah sungai pada titik rawan. Warga yang bertempat tinggal di sekitar sungai pun sempat waspada.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Jepara Pujo Prasetyo menjelaskan, pihaknya pada Kamis siang kemarin melakukan pantauan di sejumlah sungai.

Khususnya di sejumlah sungai yang dilaporkan nyaris meluber. Di antaranya Sungai Mayong dan sepanjang aliran sungai yang bermuara di Bendungan Bongpes di Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan. "Kemarin (Kamis-Red) air sungai terpantau sudah menyusut drastis.

Kondisi sungai hari ini (kemarin-Red) pun sudah aman," terang Pujo, Jumat (12/1). Dari hasil kordinasi dengan BPBD Kabupaten Demak untuk pantauan Sungai Wulan, lanjutnya, didapati informasi jika sungai yang berhulu di Waduk Kedungombo tersebut juga masih dalam kondisi aman.

Pihaknya pun memastikan jika kondisi sungai-sungai baik yang berhulu di waduk yang berlokasi di Grobogan dan dari Lereng Muria Jepara dalam kondisi aman. "Kendati debit airnya cukup tinggi dan aliran airnya masih deras, tapi sudah jauh lebih aman dibandingkan kemarin (Kamis-Red)," tegasnya.

Soal kondisi tanggul sungai di dekat Bungpes dan Welahan yang sebelumnya longsor, Pujo mengutarakan, sejauh ini kondisinya tak terpengaruh dengan naiknya debit air sungai dan hujan deras kemarin. Hanya saja kondisinya tetap rawan.

Penimbunan Tanah

Khususnya tanggul di Welahan, tepatnya berada di perbatasan Desa Gedangan dan Ketileng Singolelo. Sebab perbaikan yang dilakukan sementara, baik dengan penimbunan tanah maupun karung berisi tanah tetap membuat tanggul longsor.

"Meski debit air sudah menyusut, kami imbau warga yang tinggal dekat dengan aliran sungai tetap waspada. Sebab meski wilayah tersebut tak hujan, debit air sungai tetap bisa bertambah mengingat hal itu dipengaruhi cuaca di wilayah hulu," imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan Suara Merdeka (11/1), hujan deras pada Kamis dini hari hingga pagi menyebabkan sejumlah debit air sungai meningkat. Di rata-rata ketinggian permukaan air hanya berjarak satu meter dari permukaan tanggul.

Desa Datar, Kecamatan Mayong sempat siaga lantaran Sungai Mayong yang melintas di desa itu nyaris meluap. Tapi meluapnya air sungai hingga ke permukiman warga sempat terjadi di Dukuh Surodadi, Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara Kota.

Sungai Surodadi meluap menyebabkan air masuk ke permukiman warga yang berada di dataran rendah. Selain itu, puluhan hektare sawah yang ada di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri juga terendam banjir, Kamis kemarin.

Penyebabnya, dua tanggul sungai yang menuju wilayah area persawahan tersebut jebol. Priyo Santoso, warga setempat menjelaskan, sawah seluas 30 hektare sawah terendam. Padahal rata-rata usia padi baru dua hingga tiga pekan.

Para petani pemilik lahan dan masyarakat mengupayakan membuat talut atau penahan sementara. "Hal itu untuk memastikan air dapat terbendung dan tidak banyak yang masuk ke area persawahan," tambah Priyo.(adp-48)

Berita Lainnya