13 Januari 2018 | Suara Kedu

Tinju dan Sepak Takraw Tak Peroleh Hak Suara

  • Musorkot KONI Kota Jogja

YOGYAKARTA- Cabang olahraga (cabor) tinju dan sepak takraw dipastikan tidak mendapat hak suara saat digelar Musyawarah Organisasi Kota (Musorkot) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Jogja yang akan digelar di Hotel Tentrem, akhir pekan ini (14/1).

”Hanya ada dua pengurus kota (Pengkot) cabor yang tidak mendapatkan hak suaranya. Yakni Pertina (tinju) dan PSTI (sepak takraw),” kata Sekum KONI Kota Jogja Rob Sumiarno saat jumpa pers persiapan Musorkot KONI Kota di kantor setempat, Jalan Kapas, Semaki, Kota Jogja, Jumat (12/1).

Menurut dia, kedua pengkot tersebut kehilangan hak suaranya menyusul tidak segera digelarnya musyawarah pengkot untuk memilih kepengurusan yang baru.

”Kepengurusan mereka sudah habis. Sebenarnya kami sudah mengingatkan berkali-kali tapi tidak ada respon. Meski begitu mereka tetap diundang ke musorkot hanya tidak boleh memberikan suaranya,” ungkap Rob.

Atas kondisi tersebut maka jumlah hak suara yang akan dipakai dalam musorkot nanti berjumlah 40 suara. Terdiri dari 38 pengkot cabor, ditambah dua badan funsional seperti SIWO PWI dan Perwosi serta KONI DIY dan pengurus lama, di mana masing-masing pihak ini mendapatkan satu hak suara.

”Untuk syarat minimal pencalonan bakal calon ketua umum harus mengantongi minimal 15 dukungan suara,” kata dia. Musorkot KONI Kota Jogja akhir pekan ini berisikan sejumlah agenda.

Seperti laporan pertanggung jawaban pengurus perioe 2014-2017, paparan Program Kerja (Proker), pembagian komisi, serta pemlilihan ketua umum. ”Yang paling menarik adalah pemilihan ketua umum.

Ada sejumlah persyaratan untuk bisa menjadi ketua umum seperti tercantum dalam AD/ART dan juga tata tertib musorkot, di mana setiap bakal calon ketua umum harus diajukan minimal 15 suara.

”Nanti akan ada tim verifikasi. Dan soal siapa-siapa kandidatnya baru ketahuan saat Musorkot nanti. Di mana setiap pemilik suara akan menyerahkan berkas dukungannya,” tutur dia.

Sementara itu Ketua Umum KONI Kota Jogja Santoso Budirahardjo menyebut musorkot nanti digelar maju empat bulan dari rencana semula. ”Sebenarnya KONI periode ini baru selesai Mei 2018 nanti.

Alasan dimajukan, karena ada kesinambungan terutama pengelolaan dana 2018 dan 2019 sudah bisa dikelola pengurus baru. Apalagi Kota Jogja juga akan menjadi tuan rumah Porda DIY 2019, sehingga butuh persiapan jangka panjang bagi pengurus baru,” tandas Santosa.(K15-70)

Berita Lainnya