image

SM/M Syarif SW - DIBANTU SUKARELAWAN : Warga Dusun Pramen Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, dibantu sukarelawan mengangkut barang-barang dari rumah mereka ke lokasi pengungsian.(46)

13 Januari 2018 | Suara Banyumas

Warga Pramen Harus Direlokasi

  • Permukiman Tidak Layak Huni

BANJARNEGARA- Pemkab Banjarnegara diminta untuk merelokasi permukiman warga Dusun Pramen, Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, karena dinilai sudah tidak aman lagi ditinggali.

”Melihat kondisi pergerakan tanah yang sudah merusak belasan rumah dan kemungkinan bisa bertambah, maka kami minta eksekutif segera mencari lahan yang aman untuk merelokasi warga Dusun Pramen. Mereka harus direlokasi, karena tanah permukimannya sudah tidak layak huni,” kata Ketua DPRD Banjarnegara H Nuryanto, setelah meninjau ke lokasi longsor di Desa Bantar.

Beberapa Pemicu

Terkait dengan hal tersebut, BPBD Banjarnegara diminta untuk membuat kajian bersama Badan Geologi guna mencari lahan yang lebih aman untuk relokasi. Selain permukiman, jalan yang longsor juga diminta untuk direlokasi karena dari pengamatan visual lokasi sekitarnya sudah tidak aman. Balai Pengkajian Pengendalian dan Pengawasan (BP3) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng Wilayah Slamet Selatan menyebutkan, jarak 150 meter dari titik pergerakan tanah masuk zona bahaya.

Kasi Pengkajian DP3 ESDM Jateng Wilayah Slamet Selatan, Sigit Widiadi, menjelaskan, tanah longsor di Bantar dipicu beberapa hal. Antara lain kondisi tanah formasi halang yang didominasi lempung di bawah batuan vulkanik. Kondisi tersebut menjadi bidang gelincir ketika air memasuki zona tersebut. Maka air kolam, buangan limbah rumah tangga, harus dapat dikelola sebaik-baiknya, dialirkan menjauh dari zona tersebut.

Bisa menggunakan pipa, sehingga air tidak meresap. Terkait dengan kondisi jalan utama yang longsor, menurutnya, sudah tidak dapat diperbaiki lagi. Di bawah jalan itu merupakan formasi tanah lempung dan dikhawatirkan akan kembali terjadi gerakan. ”Jalan yang kini putus sebaiknya direlokasi, karena ada di atas lempung.

Kalau diperbaiki kemungkinan akan ada gerakan lagi,” ujarnya. Kalak BPBD Banjarnegara, Arief Rahman, mengatakan, ada sekitar 51 rumah yang perlu direlokasi di Dusun Pramen, Desa Bantar. Meski demikian, untuk kepastiannya pihaknya masih menunggu hasil kajian dari Badan Geologi. ”Sudah ada 17 rumah warga yang rusak dan dibongkar.

Gerakan tanah di permukiman masih terjadi. Maka, kami menunggu kajian Badan Geologi untuk permukiman itu dan lahan calon relokasi yang aman,” katanya. Harapannya bila kebijakan penanganan berpedoman pada hasil riset Badan Geologi, maka pada kemudian hari tidak ada lagi gerakan tanah di permukiman. Karena lahan yang dipilih untuk relokasi sudah aman.(H25-46)