image
07 Januari 2018 | Her Spirit

Lili Kanggoana Gondokusumo

Sang Inspirator

Beragam kegiatan yang telah dijalankan oleh Lili Kanggoana Gondokusumo, mampu menginspirasi banyak orang. Atas dasar itulah, ia pun menyediakan waktu khusus untuk kegiatan-kegiatan tersebut. Tujuannya, tentu saja untuk membantu sesama.

"Saya bukan inspirator, tapi korban yang terseret oleh para inspirator. Saya suka berkegiatan dan berorganisasi sejak SD, waktu itu aktif di Pramuka, saya kira ini yang membentuk jiwa leadership saya," ujar Lili.

Wanita penyuka bunga itu merupakan pemilik PTAgusta dan @Hom Hotel Semarang. Agusta, perusahaan penyedia kebutuhan dan perlengkapan kantor dan rumah sakit, dirintis sang ayah, yang kemudian dikembangkan anak-anaknya sebagai penerus. Lalu pada 2014, ia mengembangkan bisnis keluarganya di dunia perhotelan dengan membuka @Hom Hotel.

Di samping dua perusahaan keluarganya tersebut, Lili memiliki bisnis yang dimilikinya sendiri, yakni toko bunga (florist) bernama Zamia Florist di daerah Bukit Sari Semarang. Kali pertama ia buka di Mal Ciputra pada 1994 dan menjadi satu-satunya florist yang berada di mall. Sewaktu menjadi mahasiswi jurusan Mathematic and Computer Science di Wollongong University Australia (hingga 1988), ia menjadi sekretaris Asosiasi Pelajar Indonesia (API). Di samping kuliah, ia juga menyempatkan diri mengikuti kursus merangkai bunga di TAFE NSWAustralia, sebuah sekolah kejuruan terbesar di Australia.

Klub Sains

Kembali ke Indonesia, ia diajak bergabung dengan Rotary Club of Semarang Kunthi (1996). Di sini ia merasa banyak belajar dan bertemu dengan banyak orang dalam berbagai kondisi yang kurang beruntung serta perlu dibantu.

Sebagai seorang ibu dari anakanak yang memiliki gift alias memiliki bakat khusus, ia bersama para ibu yang memiliki anak gifted membentuk klub sains bermana Gitras (1998). Lili mengatakan, banyak orang tua yang tidak paham kalau anaknya memiliki kemampuan, yang mereka lihat hanyalah sang anak hiperaktif dan dianggap 'nakal'. Di rumah tidak bisa diam, di sekolah ia dianggap terlalu banyak bertanya dan cepat bosan dengan pelajaran.

Padahal, itu karena mereka sangat cerdas. Nah, klub sains Gitras menjadi wadah bagi anak-anak gifted tersebut untuk mengeksplorasi kemampuannya, sekaligus mengakomodir anak-anak yang hendak mengikuti olimpiade sains sedunia. Kemudian pada 2009, wanita penggemar buku science fiction itu bergabung dengan Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI), menjadi ketua DPC Kota Semarang (2009-2013), dan ketua DPD Jawa Tengah (2013- 2017). Bersama IPBI, ia setiap tahun merangkai bunga ke istana negara untuk acara kemerdekaan. Kesukaannya terhadap bunga mengantarkannya menjadi juara nasional instruktur floral designer.

Dan dengan memegang sertifikat pengajar (instruktur) floral designer serta sertifikat juri, menjadikan Lili sebagai salah satu instruktur LKPIPBI, sekaligus salah satu juri yang menilai peserta ujian Tempat Uji Kompetensi (TUK) IPBI.(58)

Teks & Foto : Irma Mutiara
Manggia
Busana : Lili Kanggoana
Gondokusumo