image

RAPAT PLENO: TP3D Desa Gombang, Kecamatan Cawas menggelar rapat pleno hasil verifikasi syarat pelamar perangkat desa, Senin (16/4). (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)

16 April 2018 | 20:12 WIB | Solo Metro

Pelamar Perangkat Desa Tembus 7.392

KLATEN, suaramerdeka.com– Diprediksi hanya sekitar 3.000-an yang berminat mengisi lowongan sekitar seribuan perangkat desa, namun perkiraan itu meleset jauh. Animo masyarakat dinilai luar biasa sehingga pendaftar calon perangkat desa di Kabupaten Klaten tahun 2018 tembus 7.392 pelamar.

''Jumlah itu menunjukkan animo masyarakat yang tinggi untuk mengabdi di desa,'' kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemkab Klaten, Joko Purwanto, Senin (16/4).

Jumlah total pendaftar tercatat hingga berakhirnya tahap pendaftaran tanggal 7 April lalu.

Jumlah sebanyak itu di luar dugaan Pemkab Klaten sebab Pemkab semula hanya memperkirakan pelamar sekitar 3.000 orang. Jumlah sebanyak itu belum final sebab kabar terakhir masih ada revisi di beberapa desa.

Sekitar 7.000 pelamar itu akan berebut lowongan yang tersedia hanya 931, tersebar di desa-desa. Dari jumlah total pendaftar itu kemungkinan tidak akan semua mengikuti tes seleksi. Sebab masih bisa berkurang karena tidak melengkapi berkas atau mengundurkan diri.

Pemkab belum mendapat laporan lanjutan setelah tahap verifikasi dan penetapan calon dilakukan oleh tim pencalonan dan pengangkatan perangkat desa (TP3D) sejak tanggal 14 April lalu. Mengingat jumlah peminat cukup besar, pelaksanaan pengisian perangkat desa massal yang sukses tahun ini akan menjadi modal pelaksanaan ke depan.

Apabila tahun ini lancar maka diharapkan tahun-tahun selanjutnya akan berjalan lebih baik lagi. Untuk itu, Pemkab memerlukan dukungan semua pihak bagi terlaksananya pengisian perangkat yang lancar dan transparan.

Seleksi Serentak

Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Klaten, Rony Roekmito mengatakan jumlah pendaftar itu berbeda dengan yang ikut seleksi. ''Sebab masih mungkin turun atau berkurang tergantung verifikasi di desa,'' jelasnya.

Pelaksanaan seleksi perangkat desa massal tahun ini menurutnya menjadi pelajaran berharga ke depan. Setelah tahap verifikasi dan penetapan calon di tingkat desa, nantinya pelaksanaan seleksi akan dilakukan serentak tanggal 29 April.

Lokasi pelaksanaan seleksi tertulis di sekolah-sekolah masing-masing kecamatan. Pelaksanaan bisa dilakukan mandiri per kecamatan atau bergabung ke kecamatan lain. Dua Kecamatan yaitu Kecamatan Klaten Utara dan Tengah digabung sebab jumlah pendaftarnya sedikit sehingga tidak efektif jika melaksanakan sendiri-sendiri.

Ketua F PAN DPRD Kabupaten Klaten, Darmadi, meminta Pemkab segera menyosialisasikan komitmen tidak akan ikut campur dalam pelaksanaan seleksi. ''Di bawah muncul kasak-kusuk kalau penyelenggara seleksi ditekankan hanya dua universitas,'' ungkapnya.

Saat pertemuan di DPRD, pekan lalu, Pemkab sudah menjelaskan TP3D diberi kebebasan menentukan lembaga penyeleksi di luar Unwidha dan UAD. Hal itu harus segera disosialisasikan ke desa sebelum MoU TP3D dan pelaksana seleksi dilakukan sehingga jangan sampai ada kesan Pemkab memaksakan kehendak. 

(Achmad Hussain /SMNetwork /CN40 )