image

Foto: pt.aliexpress.com

14 Januari 2018 | 18:08 WIB | Mancanegara

Jaga Kesucian, Arab Saudi Larang Penjualan Suvenir Berbentuk Ka'bah

MAKKAH, suaramerdeka.com- Kementerian Perdagangan dan Investasi Arab Saudi berencana mengeluarkan larangan penjualan suvenir baik berbentuk maupun yang menampilkan Kabah, Masjidil Haram dan Makam Ibrahim. Aturan itu dikeluarkan untuk menjaga kesucian tiga tempat tersebut.

Suvenir dan barang antik yang bernuansa ketiga tempat suci itu akan disita dan toko yang melanggar diberitahu tujuan dari aturan tersebut.

Terhadap rencana tersebut, ada yang mendukung dengan alasan yang sama dengan pemerintah, namun tidak sedikit yang menentang karena dampaknya pada ekonomi.

Guru Besar Hukum Islam, Ali Al-Twaim menilai penjualan suvenir yang menampilkan gambar Ka'bah dan juga masjid suci merupakan bentuk penghinaan sehingga harus dihentikan.

Dia menekankan, pembuatan suvenir harus memperhitungkan kesucian dan kehormatan yang diberikan Tuhan terhadap tempat-tempat tersebut, serta kemungkinan pembeli meletakkan suvenir di tempat yang tidak pantas.

Namun kekhawatiran tersebut dibantah Abdel Moneim Bukhari, pemilik perusahaan Al Meawiah untuk barang antik dan hadiah. Ia meyakini suvenir replika dibeli jamaah haji maupun umrah untuk mengingatkan mereka terhadap tempat yang mereka agungkan.

Selain itu, pakar ekonomi percaya sektor barang antik dan oleh-oleh di Makkah dan Madinah akan membuka kesempatan kerja yang luas. Menurutnya, barang-barang tersebut memiliki efek ekonomi yang positif terhadap pendapat negara. Namun ia menyarankan agar suvenir yang saat ini banyak diimpor dari negara lain, dapat diproduksi di dalam negeri.

“Banyak dari barang-barang ini diproduksi di negara seperti China, India, Taiwan dan Pakistan, yang jauh dari pabrik khusus di Mekah. Suvenir itu harus memenuhi standar kualitas dan rasa hormat yang tinggi," ujarnya.

(KCM /SMNetwork /CN41 )