image

Sejumlah mahasiswa menyaksikan pameran 10 besar desain terbaik yang diikutkan dalam Sayembara Desain Arsitektur Rektorat Sidotopo Untidar. (suaramerdeka.com/ Asef Amani)

13 Januari 2018 | 11:18 WIB | Suara Kedu

Untidar Sayembarakan Desain Arsitektur Rektorat Baru

MAGELANG, suaramerdeka.com –  Universitas Tidar (Untidar) berencana membangun gedung rektorat baru di Desa Kedungsari, Sidotopo, Kota Magelang pada tahun 2020 mendatang. Segala persiapan tengah dilakukan, salah satunya yang paling awal adalah mencari desain arsitektur yang cocok.

Langkah pencarian desain arsitektur dilakukan dengan Sayembara Desain Arsitektur Rektorat Sidotopo yang saat ini sudah terpilih 10 besar dari total 26 peserta. Sebanyak 10 besar ini kemudian dipamerkan di auditorium dan dilakukan poling yang diikuti seluruh civitas akademika Untidar.

Ketua Panitia Sayembara, Danar S Kusuma mengatakan, pameran dan poling ini bertujuan agar seluruh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan mengetahui calon gedung rektoratnya yang baru nanti dan sesuai dengan karakter kampus. Meskipun poling ini tidak terlalu memengaruhi penilaian juri.

“Memang tidak signifikan pengaruhnya ke penilaian juri, tapi setidaknya bisa digunakan untuk bahan pertimbangan. Di sini mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan bisa tahu gedung rektoratnya nanti yang sesuai seperti apa,” ujarnya di sela pameran, Sabtu (13/1).

Dia menjelaskan, sayembara sudah dimulai bulan November lalu dan ditutup pertengahan Desember 2017. Setelah melalui tahap seleksi administrasi dan penilaian juri, terpilih 10 besar desain terbaik yang kemudian dipamerkan.

Kesepuluh besar itu antara lain Jatmika, Pancering Dharma, Pakuning Ilmu Tanah Jawi, Urban Terrace, Mercusuar Pendidikan, Stupadhatu, Kisah ‘Lembah’ dan ‘Paku” Bumi Tidar, Tinjauan Gunungan, Bhumi Adhiwiyata, dan Milestone of Future-city’s Pride.

Mereka terpilih oleh penilaian yang dilakukan 6 dewan juri, yakni Ketua IAI Jateng Sugiarto, dosen Undip Ir Agung Dwiyanto MSA, dosen UGM Dr Eng Ir Ahmad Sarwadi Meng, anggota IAI Jateng Bambang Setyohadi dan M Syarifudin Kurniawan, dan Kepala DPU-PR Kota Magelang, Yonas NB.

Danar menuturkan, masing-masing peserta wajib memberikan konsep rancangan lengkap dengan perhitungan struktur, mekanikal, elektrikal, dan atau bidang keahlian lain bila diperlukan. Gedung rektorat yang baru ini sendiri akan dibangun di atas lahan seluas 43.850 m2.

“Desain arsitektur juga diharapkan mempertimbangkan kelayakan lingkungan serta keselarasan dan keterpaduan konsep rancangan terhadap ketentuan Rencana Tata Kota, khususnya wilayah Kota Magelang,” jelasnya.
 

(Asef Amani /SMNetwork /CN33 )