image

Foto: suaramerdeka.com / dok

13 Januari 2018 | 04:36 WIB | Nasional

Menteri KKP Didesak Tegakkan Kedaulatan Perikanan di Laut Timor

KUPANG, suaramerdeka.com- Pembela nelayan tradisional Laut Timor Ferdi Tanoni mendesak Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk menegakkan kedaulatan perikanan di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur, terutama para nelayan yang mencari ikan di Laut Timor.

"Jauh sebelum Menteri Susi mengeluarkan kebijakan untuk membakar kapal-kapal asing yang menangkap ikan secara ilegal di wilayah perairan Indonesia, Australia justru sudah lama menerapkan hal serupa terhadap perahu-perahu milik nelayan tradisional Indonesia di Laut Timor,secara tidak manusiawi" kata Tanoni kepada wartawan di Kupang, Jumat (12/1).

Penulis Buku Skandal Laut Timor,Sebuah Barter Politik Ekonomi Canberra-Jakarta ini mencontohkan ketika para nelayan mencari ikan di zona bebas perikanan di Laut Timor, perahu perahu nelayan tradisonal Indonesia yang umumnya masih dalam wilayah perairan Indonesia berdasarkan data Global Positioning System (GPS), digiring masuk oleh patroli keamanan laut Australia ke wilayah perairan mereka.

"Saya sudah menyampaikan secara resmi kepada Pemerintah Australia untuk memikirkan pembentukan sebuah zona perikanan bersama yang disebut 'Australia-Indonesia Joint Fishing Zone' berhubung para nelayan tradisional yang beroperasi di Laut Timor secara turun temurun dan secara terus menerus lebih 400 tahun itu telah menjadikan Lau Timor khususnya yang berbatasan dengan Australia sebagai rumah kedua mereka dalam mencari nafkah,” kata dia.

Namun, kata Tanoni, Australia selalu berkelit bahwa nelayan Indonesia memasuki wilayah perairan mereka secara ilegal untuk mencari ikan dan biota laut lainnya. "Anehnya, Indonesia pun diam dan seakan mengamini apa yang dikatakan Australia, tanpa mendengar apa yang dikatakan oleh nelayannya sendiri," ujar Tanoni.

Ia menambahkan ketika para awak nelayan dievakuasi ke kapal-kapal patroli Australia, perahu-perahu itu akhirnya dimusnahkan dengan cara membakar serta menembaknya sampai tenggelam ke dasar laut.

(Andika Primasiwi /SMNetwork /CN26 )