image

Foto: Jayatour

26 Desember 2017 | 13:20 WIB | Pringgitan

Nafas Kontemplasi Gua Maria Kerep

Jejak-jejak rohani masyarakat Indonesia umumnya dan Jawa khususnya, selalu terpahat pada setiap tempat-tempat religi yang bersejarah. Masjid Agung Demak, misalnya. Karya monumental Walisongo ini sampai sekarang selalu ramai didatangi jamaah dan peziarah dari berbagai kota di Tanah Air. Masjid yang dibangun sekitar abad ke-15 ini memang memiliki daya tarik spiritual yang tak biasa. Saat Ramadhan datang, masjid kuno ini selalu dipadati jamaah terlebih pada 10 hari terakhir.

Selain situs bersejarah bernafaskan Islam, pulau Jawa khususnya Jawa Tengah juga memiliki situs religi yang ramai didatangi jemaat Katholik. Adalah Gua Maria Kerep di Jalan Tentara Pelajar, Kelurahan Panjang, Ambarawa, yang menjadi tempat jemaat berdoa, berziarah, dan menyegarkan diri. Jaraknya sekitar 500 m dari Terminal Ambarawa. Kompleks Gua Maria Kerep termasuk dalam deretan Gua Maria awal di Indonesia setelah Gua Maria Sendangsono di Yogyakarta dan Gua Maria Sriningsih di Klaten. Komplek yang saat ini sudah lengkap dengan berbagai fasilitas doa dan pendukungnya bagi peziarah ini, semakin populer dengan adanya Patung Maria Asumpta yang memiliki tinggi 42m dan merupakan Patung Bunda Maria tertinggi di dunia.

Berdasarkan catatan sejarahnya, Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA) dibangun pada tahun 1954 atas sumbangan tanah seorang warga negara Belanda yang bertugas sebagai pengelola perkebunan. Awalnya tanah tersebut diberikan kepada Kongregasi Bruder Para Rasul atau Bruder Apostolik yang didirikan oleh Uskup Albertus Soegijapranata. Namun saat kongregasi dibubarkan, tanah biara ini dibuat menjadi sebuah kawasan ziarah.

Pembangunan awal gua ini banyak melibatkan siswa-siswi dari Sekolah Guru Kolese Santo Yusuf dan Sekolah Guru Putri Santa Maria Ambarawa. Mereka bergotong royong bersama dengan anak asrama Bruderan dan Susteran membawa batu kali dari Sungai Panjang ke atas gua.

 (Foto-foto: guamariakerep.org)

(Foto-foto: guamariakerep.org)

 

Pada 15 Agustus 1954, tempat ziarah ini diresmikan dan diberkati dengan air suci dari Lourdes oleh Uskup Agung Semarang. Sejak awal pembangunan, Patung Bunda Maria Kerep dibuat menyerupai bentuk Patung Bunda Maria di Lourdes, Perancis. Prosesi peresmian yang diwarnai dengan hujan ini dimulai dari Gereja Paroki Santo Yusup Ambarawa menuju Goa Maria Kerep. Di lokasi gua inilah Uskup Agung Semarang, Mgr Albertus Soegijopranoto SJ, Uskup Semarang, memimpin upacara pemberkatan gua dan patung Bunda Maria. Selanjutnya diadakan astuti, lof, atau pentahtaan Sakramen Mahakudus.

Magnet Kontemplasi

Gua Maria Kerep memiliki fasilitas bagi para peziarah, antara lain Jalan Salib, Tempat Doa Lesehan,Gereja, dan sebuah taman. Taman Gua Maria Kerep dibuat sebagai media belajar bagi umat. Ketika mulai berjalan mengitari taman, maka jemaat akan diajak napak tilas perjalanan hidup dan kisah pewahyuan Yesus, yang dimulai dari pembaptisan di Sungai Yordan. Dari taman ini peziarah dapat menikmati pemandangan sawah dan Danau Rawa Pening.

Kemudian di bagian atas dari pelataran doa, ada sebuah ruang adorasi yang menjadi tempat peziarah mengadakan adorasi atau tempat devosi bagi Sakramen Maha Kudus. Di samping ruang adorasi berdiri patung Yesus tersalib yang menandakan tahun pergantian Yubelium. Di depan patung tersebut banyak peziarah yang berdoa dan bermeditasi. Sementara untuk Jalan Salib dibagi menjadi Jalan Salib Panjang dan Jalan Salib Singkat. Jalan Salib Panjang dimulai dari gereja Santo Yusuf (Gereja Jago) dan Jalan Salib Singkat dimulai dari samping pelataran doa Gua Maria.

Di kompleks Gua Maria Kerep berdii Kapel megah yang berlokasi di samping kiri gua utama dan menjadi bangunan pertama yang terlihat saat memasuki gerbang utama Kompleks Gua Maria Kerep. Dulu, kapel ini adalah bangunan paling tua dari Biara Bruder Apostolik. Kini, Bangunan Kapel yang telah dirombak total menjadi bangunan megah ini dapat digunakan tidak hanya untuk perayaan ekaristi, namun juga untuk prosesi sakramen pernikahan atau kegiatan-kegiatan peribadatan lainnya. 

Saat ini pengelola Gua Maria Kerep bekerjasama dengan Paroki Santo Yusup Ambarawa telah menyiapkan beberapa agenda rohani yang diselenggarakan secara rutin, seperti Novena Reguler (periode September-Mei), Novena Kaum Muda (setiap minggu keempat bulan September-Mei), serta Perayaan Ekaristi Kudus setiap malam Selasa Kliwon yang khusus diperuntukkan bagi para penderita sakit.

Peziarah juga bisa membawa pulang air suci yang diambil melalui kran-kran air yang tersedia tepat di samping kanan gua utama.

(Berbagai sumber /SMNetwork /CN41 )